Langsung ke konten utama

SERIAL FIQIH #5 KEUTAMAAN HARI JUM'AT

Hari Jumat merupakan hari yang paling mulia dalam Islam, bahkan disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau pemimpin hari-hari lainnya. Keutamaannya tercatat baik dalam Al-Qur'an maupun berbagai hadits shahih.

Berikut adalah beberapa keutamaan utama hari Jumat:

1. Hari Berkumpulnya Umat Islam (Al-Jumu'ah)

Nama "Jumat" sendiri diambil dari kata Jama'a yang berarti berkumpul. Allah SWT secara khusus memerintahkan umat Islam untuk meninggalkan aktivitas duniawi demi melaksanakan ibadah pada hari ini.

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)


2. Hari Paling Mulia (Sayyidul Ayyam)

Rasulullah SAW menegaskan posisi hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya dalam sebuah hadits:

"Sesungguhnya hari Jumat adalah tuannya hari (sayyidul ayyam) dan hari yang paling agung di sisi Allah." (HR. Ibnu Majah)


3. Terjadinya Peristiwa-Peristiwa Besar Semesta

Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, ada lima peristiwa besar yang terjadi pada hari Jumat:

  • Penciptaan Nabi Adam AS.

  • Waktu Nabi Adam diturunkan ke bumi.

  • Waktu wafatnya Nabi Adam.

  • Hari terjadinya Kiamat. Tidak akan terjadi kiamat kecuali pada hari Jumat.


4. Adanya Waktu Mustajab untuk Berdoa

Terdapat satu waktu singkat di hari Jumat di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

"Di dalamnya terdapat waktu yang tidaklah seorang hamba muslim salat sambil berdiri memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian besar ulama berpendapat waktu ini berada di antara ashar hingga terbenamnya matahari.


5. Penghapus Dosa Antar Jumat

Melaksanakan ibadah Jumat dengan tata cara yang benar (mandi, memakai wewangian, dan mendengarkan khutbah) dapat menjadi penggugur dosa kecil.

"Salat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadan ke Ramadan adalah penghapus dosa di antara waktu-waktu tersebut selama dosa besar dijauhi." (HR. Muslim)


6. Cahaya Bagi yang Membaca Surat Al-Kahfi

Membaca Surat Al-Kahfi pada hari atau malam Jumat memberikan keutamaan spiritual yang luar biasa.

"Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka cahaya akan menyinarinya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim)


Amalan Sunnah yang Dianjurkan:

  • Mandi Jumat (wajib bagi yang menghadiri salat Jumat menurut sebagian ulama, sunnah muakkad menurut yang lain).

  • Memotong kuku dan merapikan kumis.

  • Memakai pakaian terbaik (disarankan warna putih) dan menggunakan wewangian.

  • Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

  • Datang lebih awal ke masjid sebelum khatib naik mimbar.


By. MASF Project

Postingan populer dari blog ini

SERIAL FIQIH #4 KESALAHAN UMUM MAKMUM MASBUQ

Dalam pelaksanaan salat berjamaah, menjadi makmum masbuq (makmum yang terlambat) memerlukan pemahaman fiqih yang tepat agar salat tetap sah dan sempurna. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam praktek masbuq: 1. Meninggalkan Takbiratul Ihram Ini adalah kesalahan yang paling fatal. Sebagian makmum yang mendapati imam sedang rukuk atau sujud langsung melakukan gerakan tersebut tanpa melakukan Takbiratul Ihram terlebih dahulu. Koreksi: Takbiratul Ihram adalah rukun salat yang harus dilakukan dalam posisi berdiri sempurna sebelum mengikuti gerakan imam. 2. Melakukan Dua Takbir Menjadi Satu Seringkali makmum berniat menggabungkan Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (takbir untuk berpindah gerakan) dalam satu ucapan saat terburu-buru mengejar imam yang rukuk. Koreksi: Lakukan Takbiratul Ihram dengan niat memulai salat, diam sejenak (tumaninah), baru kemudian melakukan takbir untuk rukuk. 3. Berlari-lari Menuju Saf Banyak makmum yang berlari kecil atau tergesa-ge...

SERIAL FIQIH #1 CARA BERTOBAT

Bertobat dalam Islam adalah kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan meninggalkan perbuatan dosa. Menariknya, kata "tobat" sendiri berasal dari bahasa Arab taba yang berarti "kembali." Berikut adalah langkah-langkah praktis dan spiritual untuk melakukan Taubatan Nasuha (tobat yang semurni-murninya): 1. Syarat Utama Bertobat Jika dosa tersebut berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Allah, para ulama menyepakati tiga syarat utama: Menyesal (An-Nadam): Merasakan penyesalan yang mendalam dalam hati karena telah melanggar larangan Allah. Berhenti (Al-Iqla): Seketika itu juga menghentikan perbuatan dosa yang sedang dilakukan. Bertekad Kuat (Al-Azm): Menanamkan niat yang teguh untuk tidak akan mengulangi perbuatan tersebut selamanya. Catatan Penting: Jika dosa berkaitan dengan hak sesama manusia (seperti mencuri atau menyakiti orang lain), ada syarat keempat: Meminta maaf atau mengembalikan hak tersebut kepada orang yang bersangkutan. 2. Tata Cara S...

SERIAL FIQIH #2 HUKUM MENJADI MAKMUM DI BELAKANG MAKMUM MASBUQ

Dalam fikih Islam, fenomena seorang makmum yang datang terlambat dan kemudian dijadikan imam oleh orang lain yang baru datang disebut dengan istilah I'timamul Makmum bil Masbuk . Berikut adalah rincian hukum dan ketentuannya menurut pandangan ulama: 1. Status Hukum Secara umum, mayoritas ulama (terutama dalam Mazhab Syafi'i ) memperbolehkan seorang makmum masbuk menjadi imam bagi orang yang baru datang. Ibadah salat tersebut dianggap sah . Hal ini didasari pada prinsip bahwa perubahan niat dari makmum menjadi imam di tengah salat adalah hal yang dimungkinkan, sebagaimana Rasulullah SAW pernah bermakmum kepada Abu Bakar RA, lalu Abu Bakar mundur dan Rasulullah melanjutkan menjadi imam. 2. Cara Pelaksanaan Ada dua kondisi utama yang biasanya terjadi: Saat Masbuk Masih dalam Jamaah Pertama: Seseorang tidak boleh menepuk atau berniat makmum kepada masbuk selama masbuk tersebut masih terikat dengan imam sebelumnya. Tunggulah hingga imam pertama mengucapkan salam. Setelah Masbuk Ber...